Ada anggapan keliru di kalangan masyarakat terkait korban penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), atau lebih populer disebut pecandu Narkoba. Bahwa pecandu akan selamanya menjadi pecandu atau pemakai. Bahwa pecandu adalah sampah masyarakat, karenanya layak distigma sampai kapan pun.

Anggapan tersebut disebut keliru karena setiap pecandu mempunyai kesempatan untuk bertobat, menyadari kesalahan yang telah dilakukannya, dan bangkit menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.

Kisah 31 alumnus panti Rehabilitasi Sosial, mantan pecandu NAPZA, yang diangkat dalam buku ini menjadi bukti akan anggapan keliru tersebut. Ketika terjerat candu NAPZA, tak bisa dipungkiri bahwa mereka menjadi pribadi yang tak peduli dengan fungsi sosial dan tanggung jawab sosialnya, menjadi benalu dan virus berbahaya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa secara umum. Tetapi setelah menjalani program Rehabilitasi Sosial di panti Rehabilitasi Sosial milik Kemensos RI atau panti yang bekerjasama dengan Kemensos RI, mereka menemukan kesadaran baru, menjadi manusia baru yang memahami fungsi sosial dan tanggung jawab sosialnya. Mereka bertransformasi menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsanya.

Memang tidak mudah bagi para pecandu menemukan titik balik kesadaran. Proses panjang dan berliku mereka lalui untuk bisa menemukan titik kembali itu. Di dalamnya ada sejarah kelam dan pilu, juga catatan hitam yang tak mungkin dihapus tetapi juga tak perlu disesali, cukup menjadi pelajaran bagi diri sendiri dan juga orang lain agar terhindar dari dunia kelam tersebut.

Kehidupan kelam dan derita hidup seperti apa saja yang dialami para pecandu ketika berada di bawah pengaruh NAPZA?  Seperti apa ragam perjuangan para mantan pecandu untuk pulih? Bagaimana potret kehidupan mereka setelah pulih dari zat adiktif tersebut ?

Buku yang berjudul TITIK BALIK KESADARAN, Potret Korban Penyalahgunaan NAPZA Pasca Rehabilitasi Sosial ini menjawab semua pertanyaan tersebut. Kita semua bisa membacanya secara bebas, tak harus membeli, karena Kemensos RI sebagai penerbit menggratiskan buku ini untuk masyarakat luas. Dan, kita dipersilahkan untuk menyebarluaskannya.

Buku ini akan menjadi inspirasi dan pelajaran hidup berharga bagi kita dan keluarga kita semua agar selalu waspada terhadap ancaman Narkoba.

Pesan penting dari buku ini adalah, jangan pernah sesekali mendekati NAPZA / Narkoba, apalagi mencobanya. Sekali anda mencobanya dan terjebak menjadi pencandu, maka derita hidup akan mengakrabi anda dan keluarga anda. Dan, untuk lepas dari pengaruhnya sungguh sangat sulit. Kepada setiap orang tua dan keluarga, segeralah bawa anak atau anggota keluarga anda yang terkena candu NAPZA ke panti Rehabilitasi Sosial. Hanya itulah jalan untuk menyelamatkan mereka. Seperti kisah di dalam buku ini, REHABILITASI SOSIAL itu menyenangkan dan sangat dibutuhkan.

Silahkan download bukunya di sini.

TITIK BALIK KESADARAN__ok___opt

Senangnya berbagi.

Jakarta, 26 Januari 2019

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.