Blog entries   |  Pesan Anti NAPZA dari Mantan Pecandu

Pesan Anti NAPZA dari Mantan Pecandu

Cuplikan dari Buku Titik Balik Kesadaran, Potret Korban Penyalahgunaan NAPZA Pasca Rehabilitasi Sosial.

Pengalaman yang diutarakan oleh 31 orang mantan pecandu NAPZA / Narkoba yang ditulis dalam buku ini membuktikan bahwa program rehabilitasi sosial yang mereka jalani, baik yang bersifat rawat inap maupun rawat jalan, telah membantu mereka menemukan kesadaran baru, atau titik balik. Dengan kesadaran barunya, mereka yang tadinya dianggap sebagai sampah masyarakat, dibuang oleh keluarga, berbalik menjadi kebanggaan keluarga, bermanfaat bagi banyak orang.

Ada banyak pesan anti-NAPZA yang disampaikan para alumnus RSKP NAPZA yang dimuat di buku ini, yang merupakan perwujudan dari titik balik mereka. Beberapa pesan bisa kita klasifikasikan sebagai berikut:

Pertama, menjadi pecandu NAPZA hanya menghabiskan umurmu. Setiap alumnus RSKP NAPZA menyesali umur dan proses kehidupan yang mereka lalui secara percuma karena terjebak sebagai pecandu. Tak ada peningkatan kualitas kehidupan yang mereka dapatkan selama menjadi pecandu. Dibandingkan dengan teman-teman mereka yang menjalani hidup bebas dari NAPZA, kualitas kehidupan mereka tertinggal jauh. Ibaratnya, mereka masih saja pada step pertama kehidupan, tak pernah beranjak, sementara kawan seangkatan mereka sudah melangkah jauh. Tetapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Karena itu, mereka berpesan kepada siapapun untuk menjauhi NAPZA, karena NAPZA akan mengantarkan mereka menjadi manusia tak bermanfaat seumur hidup, sebaliknya bahkan menjadi virus dan penyakit masyarakat.

Kedua, menjadi pecandu menjauhkan kita dari keluarga dan masyarakat. Hampir semua pecandu menjadi virus bagi keluarganya. Menyusahkan orang tua, istri, anak, saudara, keluarga dekat, keluarga jauh. Juga menyusahkan masyarakat. Tak sedikit pecandu yang menjadi musuh keluarga. Derita batin yang dialami pecandu akibat dimusuhi dan dianggap sampah oleh keluarga sangat berat. Pecandu yang menyadari itu kemudian mendatangi panti rehabilitasi sosial agar bisa lepas dari pengaruh NAPZA, sebagai syarat untuk merebut kepercayaan dan kasih sayang keluarga.

Ketiga, sadarilah bahwa gengsimu tak akan naik karena NAPZA. Banyak anak muda yang terjebak memakai NAPZA karena faktor tidak mau dibilang banci oleh kawan sepergaulan. Sungguh itu anggapan keliru. Dengan mengonsumsi NAPZA, yang kamu dapatkan bukan gengsimu naik, tapi yang kamu peroleh adalah harga dirimu, harga diri keluargamu menjadi hancur. Semua alumnus RSKP NAPZA di buku ini mengatakan itu.

Keempat, kesenangan NAPZA bersifat semu, sementara penderitaannya bersifat nyata. Kesenangan NAPZA hilang bersamaan dengan hilangnya pengaruh zat tersebut. Anda harus mengonsumsinya lagi untuk mendapatkan kesenangan serupa. Jadi, sifat kesenangannya sangat bersifat semu, fatamorgana. Sementara derita yang dihasilkannya sangatlah nyata.

Kelima, kepada orang tua, berilah kami kasih sayangmu, perhatianmu. Rata-rata anak mulai terkena pengaruh NAPZA pada usia SMP dan SMA, sebuah masa pencarian jati diri. Pada usia ini, anak-anak tersebut belum memiliki kesadaran terhadap resiko apapun. Mereka masih berorientasi kesenangan dan ingin diakui. Lingkungan pergaulan sangat menentukan apakah mereka terjerembab ke dalam kelamnya kehidupan ataukah tetap dalam rel kehidupan yang benar. Karena itu, faktor perhatian dari orang tua sangat diperlukan dalam menyelamatkan anak usia SMP dan SMA tersebut dari pengaruh NAPZA. Jangan biarkan mereka mencari jati dirinya sendiri tanpa bimbingan dan arahan dari orang tua, karena bahaya besar sedang mengintai mereka jika lepas dari kendali orang tua.

Semoga semua pesan-pesan anti NAPZA yang dihadirkan dalam buku ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjauhi NAPZA. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Tetapi jika sudah terkena, bersegeralah jalani rehabilitasi sosial di IPWL Rehabilitasi Sosial, baik IPWL terdekat di kota anda, maupun di kota-kota lainnya yang menurut anda baik bagi keluarga anda.

Bukunya bisa diunduh di sini TITIK BALIK KESADARAN__ok___opt

Tinggalkan Komentar